Di sebuah toko mebel ada seorang tukang yang terlihat sedang serius menggosok kayu untuk sebuah
lemari.
Dia gosok terus menerus, ketika amplas tersebut habis sisi kasarnya, dibuang dan
digantikan dengan yang baru hingga terlihat halus dan mengkilat.
Sebenarnya hidup kita ibarat kayu dan amplas, kita bagaikan kayu dan seseorang yang bersikap jahat dan selalu menyakiti diri kita ibarat sebuah amplas.!!
Biarlah dia selalu menggesek, dan menyakiti kita, sakit memang dan
terluka pula, tapi lihatlah sebuah kayu akan mengkilap ketika kita di
gosok dgn amplas,??
Seperti itulah diri kita sebenarnya, hati kita akan berkilau karena kesabaran atas rasa sakit yang kita tanggung.
Jika tiba saatnya nanti, kita akan menjadi berkilau dan seseorang yang
menyakiti kita, akan menjadi terbuang dan tak berguna seperti sebuah
amplas yang kehilangan fungsinya untuk menghaluskan.
Mari kita
belajar menjalani hidup ini seperti kayu dan amplas, karna semuanya itu
merupakan sebuah proses untuk kita mendewasakan diri.
Usia seseorang belum tentu menjadi tolak ukur kedewasaan seseorang.
Sumber: unknown

Tidak ada komentar:
Posting Komentar