Minggu, 07 Desember 2014

kisah baut kecil




Sebuah baut kecil bersama ribuan baut seukurannya dipasang untuk menahan lempengan-lempengan baja di lambung sebuah kapal besar saat melintasi samudera Hindia yang ganas, baut kecil itu terancam lepas.

Hal itu membuat ribuan baut lain terancam lepas pula. Baut-baut kecil lain berteriak menguatkan

"Awas! berpeganglah erat-erat !
Jika kamu lepas kami juga akan lepas!" Ťeriakan itu didengar oleh lempengan-lempengan baja yang membuat mereka menyerukan hal yang sama.

Bahkaň seluruh bagian kapal turut memberi dorongan semangat pada satu baut kecil itu untuk bertahan.
Mereka mengingatkaň bahwa baut kecil itu sangat penting bagi keselamatan kapal.

Jika ia menyerah dan melepaskaň pegangannya seluruh isi kapal akan tenggelam.

Dukungan itu membuat baut kecil kembali menemukaň arti penting dirinya diantara komponen kapal lainnya
Dengan sekuat tenaga, ia pun berusaha tetap bertahan demi keselamatan seisi kapal.

Sayang, dunia kerja seringkali berkebalikan dengan ilustrasi di atas.

kita malah cenderung girang melihat rekan sekerja "jatuh", bahkaň kita akan merasa bangga apabila kita sendiri yang membuat rekan kerja gagal dalam tanggung jawabnya.

jika itu dibiarkan, artinya perpecahan sedang dimulai dan tanpa sadar kita menggali lubang kubur sendiri.

apa yang disebut gaya hidup seseorang seakan tidak berlaku di tempat kerja.

padahal setiap tindakan yang kita lakukan akan selalu disorot oleh Sang Atasan.

Bagaimana sikap kita dengan rekan kerja? mungkin saat rekaň kerja menghadapi masalah, kita menganggap itu risiko yang harus ia hadapi sendiri.

tapi sebagai tim, kegagalan satu orang akan selalu membawa dampak pada keseluruhan. jadi mengapa kita harus saling menjatuhkan?

bukankah hasilnya tentu jauh lebih baik jika kita saling mendukung dan bekerjasama menghadåpi persoalan ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar