asal mula nama blog yang baru 2 minggu ini berlatar belakang
dari sisi pendidikan penulis blog ini yang tak lain saya sendiri. hihii
Berhubungan dengan judul tulisan ini, Memang saya tidak kuliah seperti mayoritas teman-teman
blogger yang lain, ada kesedihan yang selalu
melipir jika memikirkan itu. Jujur saya iri belum pernah menyicip bangku kuliah
setelah lulus sekolah, masuk ke kampus nya aja belum pernah, Cuma lewat doang
paling juga.
Merasa IRI boleh-boleh aja selama tidak merugikan orang,
iri ku karna rasa kagum pada mereka yang masih berlanjut belajar di kelas,
punya banyak temen baru, membicarakan pembahasan dosen kemarin, kurang tidur
karena besok ujian dan urusan tugas-tugas laporan formalitas lain nya
Sekarang Saya meninggalkan rumah sejauh yang saya bisa.
Mencari universitas yang tidak perlu biaya atau jenius seperti profesor, dan
saya memilih Universitas kehidupan.
Universitas
kehidupan yang mata kuliahnya beragam: Memahami kegagalan berulang;
Penghianatan seorang sahabat; Mengalahkan ego pribadi; Berpacu dengan waktu;
Kekecewaan tak bertepi; Sayap-sayap mimpi yang patah; Tetap menginjak bumi;
Mencintai pekerjaan yang menjemukan; Kesedihan yang menghujam menembus bahu;
Tetap tersenyum didepan klien yang super nyebelin; Menyelesaikan tugas dalam
kurun waktu yang mustahil; Sabar menghadapi pimpinan yang tidak rasional; Ditinggal oleh
orang yang sangat kita sayangi; Merindukan kedamaian; Kebosanan tingkat dewa.
Kadang-kadang kita dapat juga
extrakulikuler yang menyenangkan: Malaikat penolong yang datang saat terdesak;
Rejeki dadakan tanpa diharap; Menemukan sahabat sejati; Melihat indahnya cinta
diantara himpitan kehidupan; Keajaiban kecil senyum nya; Menikmati kopi pagi
penuh damai, Ketika satu mata kuliah selesai, datang lagi mata kuliah baru,
yang sering tidak pernah kita duga sebelumnya. Dan kita semua tidak pernah
lulus ataupun mendapat ijasah dari Kampus Kehidupan ini. (Tanadi
Santoso)
Bersyukur sekali, karena apa yang saya andai-andaikan sejak dulu menjadi kenyataan. Bertemu orang-orang
hebat di luar kaca televisi, berpartner dengan komputer beserta kartu kredit
dan telpon dari customer, kirim email laporan keuangan kantor, tandatangan
tagihan-tagihan dari luar, di tambah pulang pergi kerja pakai mobil kantor full
music satu paket dengan supir nya.
Lucu sekali, di usia 19th
dan tidak pernah sekolah tinggi negeri atau swasta mendapatkan semua ini.
Setiap hari selalu berkomunikasi dengan tamu warga Negara asing, menanggapi ala
kadarnya English dasar yang baru beberapa aku kuasai, sering kadang ketawa bareng sama
mereka gara-gara aku sering salah ucap. Hahaha..
Tapii..
Kalau boleh Allah kabulkan
keinginan aku sekarang juga, ingin sekali rasanya hidup di pedesaan mendengar suara jangkrik tiap malam, menikmati suara adzan setiap masuk
waktu shalat, lihat anak-anak kampung berlarian, naik sepeda tanpa mendengar bunyi
klakson pengganggu, menyapa orang-orang yang hendak pergi ke sawah di usai shubuh
pagi. Semoga ya, Amiin !
Buat kalian yang kuliah
kelak orang-orang berpengalaman
akan di ganti posisi nya dengan kalian, tunggu saja sampai waktu itu tiba. Jangan
belajar dengan bertujuan untuk lebih pintar, tapi kepada lebih ingin tahu lebih apa yang belum dikuasai
Saat nanti, aku
pasti menemui kalian sebagai tamu/pasien/client siapkan saja waktu luang untuk
ku, kita akan ngobrol banyak tentang hidup ini.
buat yang belum kuliah, apa
kalian ingin kuliah? Ayoo uang gajian nya di tabung sebagian, dan segerakan lamar
universitas negeri/ swasta yang kalian suka. Kalau ngga mari kita bekerja lebih
keras dan melebihi target perusahaan siapa tahu kita di promosiin lebih cepat dan
bonus nya kita tabungin segera dan bikin usaha sendiri lalu memperkerjakan mereka yang
kuliah. Amiin.. SEMANGAT !!
Fitri wulandari yang belum
kuliah mungkin juga bisa tidak mau kuliah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar