Selasa, 10 Februari 2015

Bilur Rindu untuk Air Susu

Aku menantimu disini, di sudut kota
Saat kau berjuang di garis terdepan avant garde
Kau tinggalkan aku setelah kau singgahi rahimku dengan sperma
Dan sperma itu menghadiahi aku bayi mungil
Apa kau tau kalau aku kini telah berdua menanti?
Menanti dalam bajuku yang kian lusuh serupa gelandangan, menggendong anak serupa yatim yang kian kurus

Kupuja Tuhan, melantunkan nyanyian cinta penuh rindu
Kau takkan mendengar dengan telinga tapi dengan hatimu
Itu kalau kau masih mengingatku, wanita yang pernah kau singgahi rahimnya dengan sperma
Kutatap wajah pria yang juga singgahi rahimku
Yang kini ada dipangkuanku, yang menanti air susu di balik kutang yang kian mengering
Kubuai ia dengan air mata bukan air susu

Kemiskinan ini mencekik ku kasih
Memekatkan hati melihat kasih lain berlinang air mata
Ini sudah hampir setahun
Badanku kini kering tak tersiram cinta ataupun materi
Kepada siapa aku harus berharap kalau kasih tak kunjung pulang?
Sementara priaku yang lain butuh air di balik kutangku


inspby my fav writer 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar