Anggota Dewan Pendidikan Tinggi (DPT), Sofian Effendi menjelaskan bahwa
saat ini pendidikan tinggi di Indonesia tidak berkembang. Sebabnya
selama ini lulusan dari banyak perguruan tinggi yang ada di Indonesia
tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh
Sofian Effendi dalam Workshop UU Pendidikan Tinggi (Dikti).
Menurutnya,
sekarang ini ada kecenderungan ketidaksesuaian tenaga-tenaga yang
diperlukan oleh masyarakat. Masyarakat lebih membutuhkan mahasiswa yang
menjadi teknisi daripada akademisi.
"Masyarakat kita itu
sebenarnya lebih banyak membutuhkan teknisi daripada akademisi.
Akibatnya apa? Sekarang masih banyak sarjana pengangguran, yang
dihasilkan dari perguruan tinggi ini adalah yang tidak sesuai dari
kebutuhan masyarakat. Masyarakat lebih butuh teknisi, tapi perguruan
tinggi lebih banyak menghasilkan akademisi," kata Sofyan di Hotel Atlet
Century Park, Senayan, Jakarta (20/5).
Sofyan memaparkan, di
Indonesia saat ini lulusan perguruan tinggi dengan latar jurusan
akademik berjumlah 82.5 persen dan hanya 17,5 persen yang berlatar
belakang vokasi.
"Padahal, kebutuhan yang dibutuhkan oleh
masyarakat saat ini adalah 75 persen, yang di mana itu adalah tenaga
teknisi," ujar Sofian.
Mantan rektor UGM ini juga menilai saat
ini industri-industri di Indonesia sudah semakin berkembang. Sudah
seharusnya masyarakat mempunyai SDM yang baik, seperti
mahasiswa-mahasiswa yang didukung dengan keahlian teknis. Akan tetapi,
saat ini banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia yang sudah
mendatangkan teknisi-teknisi dari luar negeri.
"Bagaimana kalau
begini, sekarang sudah ada kurang lebih 100 ribu teknisi asing yang
didatangkan ke Indonesia. Mahasiswa kita pada ke mana? Sudah saatnya ada
kebijakan yang baik dari perguruan tinggi untuk meningkatkan
kualitas-kualitas mahasiswanya. Yang jelas tanggung jawab pemerintah di
sini juga diperlukan, tanggung jawab pemerintah juga harus ada," papar
Sofian di akhir wawancara.
sumber: merdeka.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar