pernah saat kecil dulu, ketika main petak umpet di dalam
rumahku bersama teman-teman, aku bersembunyi dibawah ranjang tempat tidurku
terasa gelap sekali, sempit dan aku tidak nyaman
Saat itu juga Pertama kali aku berpikir dan membayangkan
keadaan didalam kubur.
kalau
nanti pasti aku sendirian (walaupun aku mempunyai banyak
orang yang menyayangiku) aku sadar
sekali walau bapakku petugas PLN dia tidak akan memasang lampu untuk menerangi
kuburanku meski beliau tahu aku takut kegelapan. Karena urusan ini lain lagi,
aku harus meyakinkan diriku sendiri bahwa aku sudah bagian dari mereka *makhluk
yang tak kasat mata* yang selama hidup aku takuti keberadaan nya
Aku membuka mata lebar-lebar berharap menemukan cahaya di
sela-sela tanah kuburku yang mengering karena kemarau tapi itu mustahil cahaya tidak
akan masuk ke kedalaman 3-4 meter tanah kedap
cahaya yang lembab yang akan aku tinggali selama tiga hari tiga malam sebelum berpindah ke alam ghaib. Seketika Kain kafanku
basah oleh air mataku, air mata ketakutan.
Dari pada meratapi kegelapan, Aku berdo’a. terus berdo’a.
Dan apa yang ditulis ibu R.A kartini ternyata memang benar, jika
habis gelap terbitlah terang
Malaikat munkar dan nakir kini mendatangiku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar