Laki-laki itu yang ku kenal itu seperti seekor burung yang terbang
sendirian.
Menempuh perjalanan panjangnya sendirian
Menerpa hujan,
menerpa terik matahari, menerpa angin dingin, sendirian
Kepakan
sayapnya terlihat tenang tapi tidak dengan hatinya, matanya menatap
kosong. Ia terbang untuk mencari tujuan, bukan menuju tujuan.
Laki-laki
yang ku kenal itu bagaikan seekor burung yang terbang sendirian
Sesekali singgah di dahan yang tinggi, sesekali bersembunyi di balik
rumput ilalang, berlindung dari burung-burung yang lain yang sedang
terbang bersama. Menatap iri
Ia terbang sendirian mencari tujuan itu. Sayapnya terus mengepak, jarak tidak lagi terhitung, lelah telah menjadi teman.
Laki-laki
yang ku kenal itu bagaikan seekor burung yang terbang sendirian. Aku
tidak tahu sampai kapan dia akan memutuskan berhenti dan membuat sarang
Aku tidak tahu kapan dia akan memutuskan berpasangan.
Aku tidak tahu
kemana ia akan pergi
Ia hilang dibalik awan, sendirian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar