Rabu, 24 Desember 2014

ketika wanita patah hati

Mereka bilang, begitu sulit ketika harus tersenyum sementara hati menangis..
Ada saatnya ketika kita harus menyadari bahwa kita menyerah.
Bukan berarti kita terkalahkan oleh keadaan,
namun mungkin itu lebih baik daripada kita harus memaksakan diri untuk menjalani suatu perasaan yg menyakitkan.

C.I.N.T.A

Ya.. mencintai memang indah, namun bagaimana jika cinta kita bertepuk sebelah tangan??

Pernah mengalaminya??
Bagaimana rasanya??
Sakiitt ?


Mari kita pandang dari segi wanita.
Wanita adalah makhluk perasa, ia diciptakan dengan 9 perasaan dan 1 akal,
Maka ia harus pintar-pintar dalam menjaga perasaan

Wanita makhluk yg sensitif,
Andai pria tahu bagaimana isi hati wanita,
bagaimana ia harus bekerja keras menguasai perasaannya,
mungkin pria akan lebih berhati-hati dalam mengucapkan sebuah kata "Cinta" pada wanita.

Andai pria mengerti..
Satu sapaan "apa kabar?" kepada seorang wanita dapat terkenang lama dihati wanita.
Mungkin ada wanita yg begitu kokoh pendiriannya,
Yang hatinya sekebal baja.
Namun siapa sangka hanya dengan perhatian seorang pria, hati yg setebal baja itu dapat "lumer" seperti coklat yg meleleh terkena panas.


Wanita tetaplah makhluk yg lemah perasaannya.
Ia dapat menangisi sesuatu tanpa sebab,
Hatinya begitu rapuh dan mudah luluh.

Wanita terkadang dapat menyukai seseorang yg membuat hatinya tenteram,
dan dapat membuatnya tersenyum..
Wanita merasa senang dg pria yg membuat hatinya nyaman.


Wanita mudah jatuh cinta.. Benarkah???

Bukan jatuh cinta, namun wanita mudah kagum dengan seseorang yg dia anggap memberi kesan dihatinya.
Namun betapa menyakitkan jika sang pria ternyata tak ada niat yg sungguh-sungguh padanya..
Ketika seorang wanita tak mampu mendapatkan apa yg ia inginkan (cintai), hal pertama yg ia lakukan adalah menangis.

Bukan karena ia terlalu lemah..
namun airmata itu adalah sebuah ungkapan hati yang tak mampu ia tuliskan lewat pena manapun.
Wanita harus bekerja keras menjaga hati.
Karena bagi wanita cinta adalah seluruh hidupnya, sementara bagi pria, Cinta hanyalah sepenggal kehidupannya..
Setidaknya itu yang pernah kubaca dari sebuah buku.


Wanita akan perlu banyak waktu untuk diam dan menyendiri.
ia akan sering menyepi dan menghindar dari orang yg ia cintai,
karena ia tahu, takkan ada arti untuk selalu berharap pada sesuatu yang semu semata.

Ia menjauh bukan karena benci, namun ia ingin menata kembali hatinya yg telah retak oleh sebuah rasa sakit yg hanya ia sendiri yang bisa merasakannya.
Baginya, kebahagiaan orang yang dicintai lebih penting daripada ia terus berharap dan berharap.

Hingga saatnya nanti ia akan datang kembali dengan jiwa yg baru, semangat yang baru, tanpa menoleh ke masa lalu.

ia jadikan itu sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk mencintai.

Karena siapa yg berani mencintai, maka ia juga harus berani menanggung resiko dari perasaan itu.


Jadi untuk wanita..
Yakinlah, jodohmu telah menanti.
Tak perlu berkecil hati
Kau boleh bermimpi.. namun jangan terlalu tinggi
Karena ketika jatuh, kan sulit untuk mengobati..


Cintailah sewajarnya.. tak melebihi cintamu pada Rabb-Mu
Jika kau mencintai seseorang karena Allah, harusnya hal itu membuatmu lebih mendekat pada-Nya,
Bukan membuatmu bersedih dan perlahan jauh dari-Nya.

Yakinlah, jika ia bukan jodohmu, Allah akan menggantinya dg yg lebih baik ^.~


Seorang kawan pernah berkata:
"Jangan bersedih jika belum mendapat jodoh.. ketika kawan-kawanmu telah banyak mengantar undangan pernikahan mereka kepadamu, yakinlah.. bahagialah karena sebentar lagi giliranmu akan datang..
kita hanya seperti menunggu antrian." ;)

Jadi.. jangan sedih ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar