Rabu, 26 November 2014

tulisan : terusir dari rumahmu



Berawal dari ketidaksengajaan saya menyapamu (hi !)
Dan kau pun membalasnya dengan sewajarnya, sedatarnya, sebisamu membalas sapaanku
Aku yang pertama mendekatimu, karena aku tahu kau sulit berteman dengan lawan jenis
Menatap perempuan saja kau tidak berani, apalagi bersalaman.

Kita mulai akrab, dan aku mulai menyadari “perbedaan” kita
Perbedaan yang membuat kita bisa berpisah saat itu juga, dan akhirnya..

“Saya tidak pantas” kataku
Tapi kau meyakinkanku untuk tetap tinggal.
kamu merasa yakin, aku pun percaya dengan mu


Tapi kenapa ini? Tiba-tiba kau menyuruhku pergi, padahal aku mulai merasakan aman dalam rumahmu (kehidupanmu)
Aku menolak keinginanmu, tapi kau memaksa, kau mengusirku.

Mungkin kau baru menyadari, kalau perempuan baru dikenal beberapa waktu ini sangat menyulitkan ruang gerakmu. karena banyak bagian-bagian rumahmu yang tak sengaja sering aku rusak yang sampai sekarang bekas nya tidak bisa dihilangkan
Kau pergi, kau meninggalkanku tanpa melihat wajahku. ucapan maafku pun tak mau kau dengar lagi

Aku  mesti lari kemana? Beberapa orang menawarkan rumahnya untuk saya singgahi tapi saya enggan menempati. Karena tidak saya temukan kenyamanan di dalam nya

Aku harus gimana lagi? Mencoba pulang kembali ke rumahmu tapi pintumu kau kunci, seperti nya Aku sudah mati dihatimu.
Entah kau kubur dimana jasadku? dikedalaman berapa meter dihatimu?


Setiap waktu Aku tunjukan tanda² kehidupanku.
Aku berteriak berharap kau mengeluarkanku dalam ruangan pengasingan ini. Yaa, aku di sembunyikan dari orang-orang itu, mereka yang dekat denganmu. Karena Menurutmu Aku ini sebuah bahaya dihidupmu yang tidak boleh orang lain tahu

Aku bisa saja menceritakan ketegaanmu terhadapku kepada mereka. Tapi tidak aku lakukan. Aku tahu mereka pasti nya tidak percaya padaku.
Karena dirimu pandai menjaga pergaulan, santun menjaga diri di mata mereka
Aku tidak sebaik dirimu dalam hal itu



sekarang..
aku tidak lagi di dihatimu, sudah tidak di akui lagi kehadiranku, karena ingatanmu tentangku  sudah mati

Kelak akan ada masa, dimana kau tidak akan menemukan penghuni rumah yang (bahaya nya) sepertiku, berharap Kau akan temukan seseorang yang lebih baik perilakunya, yang bisa mengurus rumahmu pilihan langsung dari-Nya

Dan ketika itu Aku benar-benar  Mati



Tidak ada komentar:

Posting Komentar