Berawal
dari ketidaksengajaan saya menyapamu (hi !)
Dan kau
pun membalasnya dengan sewajarnya, sedatarnya, sebisamu membalas sapaanku
Aku yang
pertama mendekatimu, karena aku tahu kau sulit berteman dengan lawan jenis
Menatap
perempuan saja kau tidak berani, apalagi bersalaman.
Kita mulai
akrab, dan aku mulai menyadari “perbedaan” kita
Perbedaan
yang membuat kita bisa berpisah saat itu juga, dan akhirnya..
“Saya
tidak pantas” kataku
Tapi kau meyakinkanku untuk tetap tinggal.
kamu merasa yakin, aku pun percaya dengan mu
Tapi kenapa ini? Tiba-tiba kau menyuruhku pergi, padahal aku mulai merasakan aman dalam rumahmu (kehidupanmu)
Aku menolak keinginanmu, tapi kau memaksa, kau mengusirku.
Tapi kau meyakinkanku untuk tetap tinggal.
kamu merasa yakin, aku pun percaya dengan mu
Tapi kenapa ini? Tiba-tiba kau menyuruhku pergi, padahal aku mulai merasakan aman dalam rumahmu (kehidupanmu)
Aku menolak keinginanmu, tapi kau memaksa, kau mengusirku.
Mungkin
kau baru menyadari, kalau perempuan baru dikenal beberapa waktu ini sangat
menyulitkan ruang gerakmu. karena banyak bagian-bagian rumahmu yang tak sengaja
sering aku rusak yang sampai sekarang bekas nya tidak bisa dihilangkan
Kau pergi,
kau meninggalkanku tanpa melihat wajahku. ucapan maafku pun tak mau kau dengar
lagi
Aku mesti lari kemana? Beberapa orang menawarkan rumahnya untuk saya singgahi tapi saya enggan menempati. Karena tidak saya temukan kenyamanan di dalam nya
Aku harus gimana lagi? Mencoba pulang kembali ke rumahmu tapi pintumu kau kunci, seperti nya Aku sudah mati dihatimu.
Entah kau kubur dimana jasadku? dikedalaman berapa meter dihatimu?
Setiap waktu Aku tunjukan tanda² kehidupanku.
Aku berteriak berharap kau mengeluarkanku dalam ruangan pengasingan ini. Yaa, aku di sembunyikan dari orang-orang itu, mereka yang dekat denganmu. Karena Menurutmu Aku ini sebuah bahaya dihidupmu yang tidak boleh orang lain tahu
Aku bisa saja menceritakan ketegaanmu terhadapku kepada mereka. Tapi tidak aku lakukan. Aku tahu mereka pasti nya tidak percaya padaku.
Karena dirimu pandai menjaga pergaulan, santun menjaga diri di mata mereka
Aku tidak sebaik dirimu dalam hal itu
sekarang..
aku tidak
lagi di dihatimu, sudah tidak di akui lagi kehadiranku, karena ingatanmu
tentangku sudah mati
Kelak akan ada masa, dimana kau tidak akan menemukan penghuni rumah yang (bahaya nya) sepertiku, berharap Kau akan temukan seseorang yang lebih baik perilakunya, yang bisa mengurus rumahmu pilihan langsung dari-Nya
Kelak akan ada masa, dimana kau tidak akan menemukan penghuni rumah yang (bahaya nya) sepertiku, berharap Kau akan temukan seseorang yang lebih baik perilakunya, yang bisa mengurus rumahmu pilihan langsung dari-Nya
Dan ketika itu Aku
benar-benar Mati

Tidak ada komentar:
Posting Komentar